Jakarta menjadi pusat sorotan politik nasional setelah konfirmasi kehadiran Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat yang digelar pada 17–18 Januari 2026 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kehadiran Anies bukan sekadar formalitas tetapi mendorong Gerakan Rakyat ke dalam fase baru yang lebih strategis, termasuk membuka peluang transformasi organisasi menjadi partai politik yang bisa mempengaruhi peta kekuatan politik menjelang Pemilu 2029.
Rakernas pertama ini berlangsung di tengah momentum besar bagi ormas Gerakan Rakyat, yang sejak awal berdirinya telah menarik perhatian publik karena deklarasinya yang kuat terhadap isu-isu kemasyarakatan. Sejauh ini, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi struktural organisasi, tetapi juga diproyeksikan sebagai panggung penting untuk membahas masa depan kelembagaan termasuk peluang Gerakan Rakyat menjadi kendaraan politik yang sah dalam sistem perpolitikan nasional.
Sebagai Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies diagendakan tidak hanya hadir, tetapi juga menyampaikan gagasan strategisnya. Dalam pertemuan itu, ia ditargetkan membawa pemikiran yang bisa memperkuat arah perjuangan organisasi ke depan. Rakernas akan dihadiri oleh sekitar 600 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri dari pengurus pusat (DPP), pakar, hingga perwakilan dari 38 provinsi serta ratusan DPD kabupaten atau kota sebuah indikasi kuat bahwa diskusi ini bukanlah semata urusan internal organisasi biasa.
Pembahasan Utama: Rencana Transformasi Jadi Partai Politik
Salah satu agenda sentral rakernas adalah pembahasan usulan transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik resmi. Pembicaraan ini mengemuka sebagai respons terhadap kebutuhan organisasi untuk memiliki saluran formal dalam sistem politik Indonesia. Selama ini, Gerakan Rakyat dipandang sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas), tetapi kini semakin serius memikirkan langkah naik kelas menjadi partai — sebuah langkah yang secara resmi akan membuka pintu bagi partisipasi langsung dalam kontestasi politik nasional.
Diskusi di rakernas mencakup berbagai aspek, mulai dari kesiapan struktural organisasi hingga persiapan administratif pendaftaran sebagai partai politik. Juru Bicara Gerakan Rakyat menyebut bahwa forum ini sengaja dirancang sebagai momentum strategis menyatukan visi dan gagasan dari seluruh level pengurus organisasi agar aspirasi untuk berubah status dapat terkonsolidasi secara kuat.
Gerakan Rakyat: Dari Ormas ke Partai, Apa Artinya?
Usulan untuk bertransformasi menjadi partai politik bukan sekadar wacana. Dalam beberapa laporan pasca rakernas, Gerakan Rakyat memang telah bergerak cepat menuju status tersebut. Dalam rakernas, pengurus organisasi sepakat mengesahkan langkah perubahan status ormas menjadi partai politik, dan menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum partai yang akan dibentuk. Keputusan ini diambil melalui mekanisme suara mayoritas peserta rapat.
Keputusan itu menegaskan arah strategis organisasi dari komunitas sosial menjadi aktor politik formal. Partai baru ini kemudian resmi mendeklarasikan diri sebagai Partai Gerakan Rakyat dan menyatakan dukungannya terhadap Anies Baswedan sebagai salah satu tokoh yang mereka anggap cocok memimpin bangsa di masa depan.
Selain itu, dalam pidato deklarasi, Ketua Umum Gerakan Rakyat menegaskan bahwa perjuangan politik mereka akan berfokus pada visi kesejahteraan dan keadilan sosial, nilai-nilai yang mereka klaim sejalan dengan gagasan-gagasan yang selama ini disuarakan oleh Anies Baswedan. Dukungan terbuka kepada Anies sebagai capres potensial pada Pemilu 2029 juga turut disampaikan.
Respons dan Tantangan
Langkah Gerakan Rakyat ini tentu tidak luput dari perhatian partai politik lain maupun pengamat. Para analis politik memandang bahwa munculnya partai baru ini dapat mengubah dinamika politik nasional, terutama karena figur Anies Baswedan masih menjadi magnet kuat bagi banyak kalangan. Ada yang menilai langkah ini bisa menjadi platform strategis bagi Anies untuk membangun basis dukungan yang lebih luas jika ia mempertimbangkan pencalonan di Pilpres 2029. Namun tidak sedikit juga yang skeptis, mempertanyakan apakah partai baru mampu memenuhi persyaratan verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum dan apakah basis massa yang kuat akan terbentuk dalam jangka waktu singkat.
Momentum Politik Baru?
Kehadiran Anies Baswedan di rakernas dan pembicaraan mengenai transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik menandai sebuah pergeseran penting di tengah dinamika politik Indonesia. Apa yang awalnya merupakan organisasi kemasyarakatan kini berpotensi menjadi kekuatan baru di arena formal politik nasional sebuah perkembangan yang layak diikuti dengan seksama oleh publik. Dengan dukungan tokoh besar seperti Anies di dalamnya, langkah ini dipandang sebagai babak baru dalam pergerakan politik kontemporer di Indonesia.