Penjelasan Mengenai Hukum Onani Saat Puasa

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Wilayah Jakarta, Selasa 19 April 2022

Puasa ini adalah salah satu cara yang bisa kita gunakan untuk mengontrol serta menjaga diri kita dari hawa nafsu. Banyak sekali hal yang bisa membatalkan puasa, apalagi hal-hal yang berhubungan dengan hawa nafsu.

Salah satunya adalah masturbasi atau onani, lalu pertanyaannya apa onani ini bisa membatalkan puasa? Apa hukum melakukan onani saat puasa? Tanpa banyak basa basi lagi mari kita simak semua penjelasannya disini:

  • Ibnu Qudamah

Seperti yang di katakana oleh Ibnu Qudamah di dalam Al mughni:

“Jika seseorang mengeluarkan mani secara sengaja dengan tangannya, maka ia sudah melakukan suatu yang haram. Puasanya memang tidak batal kecuali jika mani itu keluar. Jika mani keluar, maka batallah puasanya. Karena perbuatan ini termasuk dalam makna qublah yang timbul dari adanya syahwat atau hawa nafsu.”

Penjelasan Lebih Detail

Onani atau masturbasi ini adalah sebuah rangsangan pada fisik yang dilakukan kepada alat kelamin, tujuannya ini untuk menghasilkan rasa nikmat lalu mengeluarkan air mani, caranya dengan mengosok atau menyentuk alat kelamin. Banyak sekali yang penasaran bagaimanan jika hal tersebut di lakukan saat sedang menjalankan puas dibulan Ramadhan?

Apa hal tersebut bisa membuat puasa jadi batal? Kebanyakan para ulama ini menjelaskan jika onani ini bisa membatalkan puasa, ini dia beberapa penjelasan hukumnya.

  • Berdasarkan sabda Rasul

Hal yang pertama ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, Allah Ta’ala berfirman, yang artinya: “Orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat, makan dan minumnya.” (HR. Bukhari no. 7492). Dari penjelasan di atas ini maka sudah bisa dipastikan jika masturbasia atau onani ini termasuk bagian dari syahwat dan bisa membuat puasa batal.

  • Pernyataan Imam Nawawi

Menurut imam Nawawi di dalam kitab Al Majmu’ (6: 322), beliau berkata: “Jika seseorang mencium atau melakukan penetrasi selain pada kemaluan sang istri dengan kemaluannya atau menyentuh istrinya dengan tangannya atau dengan cara semisal itu lalu keluar mani, maka batallah puasanya. Jika tidak, maka tidak batal puasanya.”

  • Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin

Menurut Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin , beliau ini berkata:

“Jika seseorang memaksa keluar mani dengan cara apa pun baik itu dengan tangannya, menggosok-gosok ke tanah atau dengan cara lainnya, lalu keluarlah air mani, maka puasanya akan batal.” Demikian pendapat ulama madzhab, yaitu Imam Malik, Syafi’i, Abu Hanifah, beserta Ahmad.

 

Qiyas dan analogi

Ada juga qiyas atau sebuah analogi yang bisa membuat puasa batal karena muntah secara sengaja dan melakukan bekam. Dari keduanya ini bisa membuat badan menjadi lemah. Jika hal tersebut terjadi maka tubuh kita ini akan jadi cepat lapar serta haus.

Selain itu pada saat proses bekam tubuh kita juga jadi terasa lemah karena keluar darah, hal ini sama saja dengan Anda yang melakukan masturbasi. Maka dari itu jika sudah melakukan masturbasi kita ini di haruskan mandi karena supaya tubuh kembali menjadi fit.

Dari analogi muntah dan juga bekam maka bisa kita simpulkan jika masturbasi atau onani ini memang bisa membuat puasa menjadi batal. Bagi Anda yang puasanya batal sebaiknya puasa tersebut diganti, tanpa perlu membayar kafaroh.

Nah itu dia pejelasan mengenai hukum melakukan onani saat sedang puasa, semoga saja penjelasan yang ada di atas ono bisa menambah ilmu pengetahuan Anda. dengan mengetahui informasi di atas juga Anda bisa menjalankan ibadah dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *